Antiseptik, Ragam Bentuk Dan Manfaat Penggunaan Untuk Luka

Antiseptik adalah suatu zat kimia yang bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Contohnya seperti alkohol, etanol, dan betadine. Dapat dikatakan bahwa zat tersebut biasanya digunakan untuk perawatan luka agar infeksi berkurang.
Antiseptik sebenarnya memiliki banyak manfaat dan penggunaan yang berbeda-beda. Namun, secara umum zat tersebut banyak digunakan untuk mengobati luka. Penggunaan zat tersebut untuk luka harus diperhatikan, karena ada yang tidak mengurangi infeksi, tetapi malah menyebabkan iritasi.

Macam-Macam Bentuk
Ada banyak sekali macam-macam antiseptik yang beredar di pasaran. Banyak banyak produk kecantikan atau sabun yang kini membuat produk tersebut. Berikut adalah beberapa macam atau bentuk antiseptik yang sering digunakan masyarakat:
1. Antiseptik Gel
Bentuk gel biasanya sangat digemari oleh sebagian besar orang di Indonesia. Bentuknya yang berupa gel, membuat penggunaannya menjadi sangat efisien dan hemat. Selain itu, bahan yang digunakan biasanya dapat membantu untuk melembutkan kulit.
Ada banyak produk antiseptik gel dari merk terkemuka seperti Antis, Nuvo, dan Dettol. Namun, kini banyak juga produk-produk baru seperti Aseptic, Herborist, Aquadi, OneMed, dan masih banyak lagi. Tentu, setiap merk menyediakannya dalam ukuran yang berbeda.
2. Antiseptik Spray
Jenis spray juga cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Bentuk ini dinilai tidak akan membuat cairan mudah tumpah. Ada banyak sekali produk yang menyediakan antiseptik dengan bentuk spray. Salah satu merk yang menyediakan antiseptik dalam bentuk spray adalah Antis. Namun, banyak juga merk lain yang membuat produk serupa seperti Happy Clean, Dr Soap,  Secret Clean, Emina dll.
3. Antiseptik Cair
Bentuk antiseptik selanjutnya adalah cair. Berbeda dengan spray dan gel, bentuk cair biasanya digunakan untuk membersihkan luka atau membersihkan permukaan benda. Oleh karena itu, kemasannya pun cukup besar dan sulit untuk dibawa bepergian. Merk yang menyediakan dalam bentuk cair yaitu Dettol.

Antiseptik Untuk Luka
Sebenarnya ada banyak sekali jenis dan fungsi antiseptik. Ada yang khusus digunakan di bidang kedokteran dan ada yang digunakan pada rumah. Masih belum banyak yang mengetahui jenis antiseptik yang tepat untuk berbagai jenis luka. Berikut adalah beberapa jenis antiseptik untuk luka yang sering dijumpai :
1. Polyhexamethylene Biguanide
Antiseptik yang mengandung kandungan  polyhexamethylene biguanide paling dianjurkan  untuk perawatan luka. Selain efektif, polyhexamethylene biguanide ini tidak menyebabkan rasa perih saat digunakan dan aman. Sehingga cocok digunakan untuk segala usia terutama anak-anak.
2. Hidrogen Peroksida
Antiseptik ini biasanya digunakan untuk mengobati luka ringan. Untuk luka, digunakan dosis pas yaitu 6%. Selain untuk luka ringan (luka lecet, luka iris, luka potong), hidrogen peroksida juga biasa digunakan untuk obat kumur.
3. Povidone Iodine
Povidone iodine atau yang biasa disebut dengan betadine, jenis ini paling banyak dan umum digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk perawatan luka. Tetapi betadine mulai ditinggalkan karena rasa perih saat digunakan dan merubah warna kulit.
4. Alkohol 70%
Walaupun alkohol efektif untuk membunuh bakteri pada luka, namun banyak kelemahan dari penggunaan alkohol. Alkohol bisa menyebabkan peradangan pada luka dan setelah penggunaan menyebabkan rasa perih yang luar biasa. Walaupun begitu, masih banyak yang belum mengetahui kelemahan penggunaan alkohol.
5. Klorheksidin
Penggunaan klorheksidin biasa digunakan untuk radang gusi. Selain itu, klorheksidin bisa digunakan untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi akibat bakteri. Klorheksidin banyak digunakan untuk mensterilkan tangan para dokter sebelum melakukan operasi.
6. Senyawa Perak
Senyawa perak atau ion perak sudah mulai banyak digunakan untuk membersihkan luka terutama pada bidang kedokteran. Selain itu ion perak biasa digunakan dalam membersihkan luka bakar.
7. Asam Asetat
Perawatan luka kronik atau luka yang sulit sembuh menggunakan asam asetat. Asam asetat efektif dalam merawat luka dengan mempercepat penyembuhan luka dan diketahui tidak ada efek samping. Namun, jika dosis asam asetat terlalu tinggi bisa menyebabkan korosif.

Penggunaan Untuk Luka
Paling penting untuk diketahui adalah antiseptik mudah terkontaminasi oleh bakteri jika penyimpanan tidak dilakukan dengan tepat dan penyimpanan terlalu lama. Maksimal waktu penggunaannya adalah 1 minggu setelah pemakaian. Penyimpanan yang tidak tepat menyebabkan fungsinya berubah menjadi menginfeksi luka.
Lebih baik gunakan yang sekali pakai agar lebih terjamin dan lihat petunjuk penggunaan pada kemasan dan label agar mengetahui penggunaan yang tepat dan sesuai. Saat bagian tubuh terluka, Langkah pertama adalah membersihkan luka dengan perlahan. Sebelum membersihkan luka, pastikan tangan kita sudah bersih dan higienis dengan cara cuci dengan sabun. Lalu tekan luka dan dibersihkan menggunakan air.
Setelah itu diberi cairan antiseptik baik yang berupa krim maupun cairan. Balut luka menggunakan kain kasa ataupun perban. Langkah paling baik dalam merawat luka adalah membersihkan luka dengan cairan antiseptik. Cairan ini akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga luka tidak terinfeksi. Perlu diketahui bahwa luka yang terinfeksi merupakan penyebab besar penyakit tetanus.
Informasi diatas merupakan penggunaan, jenis, dan hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan antiseptik. Bisa diketahui bahwa zat tersebut tidak boleh digunakan dan disimpan sembarangan. Jenis dan fungsinya pun sangat bervariasi sehingga pembeli harus cermat dan memilihnya. Semoga informasi tersebut bermanfaat.
Kastolani
Kastolani

Hai, Perkenalkan saya Ikas, seorang Mahasiswa plus blogger yang ingin selalu berbagi kebermanfaatan melalui postingan, so jangan lewatkan setiap postingan saya ya, thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar