Cara Hitung Pajak Pegawai Magang Upah Harian


Cara hitung pajak pegawai magang ditentukan oleh peraturan khusus yang membedakannya dengan kriteria pegawai tetap atau lainnya. Meskipun masih berstatus magang atau praktek lapangan sebagai sarana menambah pengalaman  namun kaitan pajak tetap memiliki sangkut paut terhadapnya.

Cara Hitung Pajak Pegawai Magang Upah Harian

Bukan merupakan ketentuan tanpa dasar, namun hal-hal yang mengatur adanya penghitungan pajak ini dilandaskan oleh beberapa pasal dalam Undang-Undang. Penghitungan juga dibedakan atas metode pemberian upah per hari dan per bulan. Adapun konsep caranya adalah sebagai berikut.

  1. Penghitungan Pajak Untuk Upah Jenis Harian Dibawah Rp 450.000 per Hari

Jika seorang karyawan memiliki upah kurang dari atau Rp 450.000 maka akan ditemukan total penghasilan selama 10 hari yakni Rp 4.500.000 dan tidak dihitung sebagai wajib PPh 21. Adapun jika dilakukan penghitungan maka akan ditemukan cara sebagai berikut.

     Upah harian Rp 450.000

     Dikurangi pajak penghasilan senilai Rp 0 selama kurun 10 hari

     Maka hasil wajib pajaknya adalah Rp 0

Namun jika waktu kerja telah memasuki hari ke 11 dan seterusnya maka potongan pajak akan mulai dikenakan. Adapun penghitungan pajak berdasarkan 11 hari kerja dengan upah per hari adalah Rp 450.000 maka akan diketahui sebagai berikut.

     11 hari x Rp 450.000 = Rp 4.950.000

     PTKP sebenarnya adalah 11 hari x (Rp 54.000.000 / 360 hari) = Rp 1.650.000

     Maka penghasilan kena pajak hingga hari ke-11 adalah Rp 3.300.000

     5% x Rp 3.300.000 = Rp 165.000

     Maka upah bersihnya adalah Rp 450.000 - Rp 165.000

     Rp 285.000

  1. Penghitungan Pajak Untuk Upah Jenis Harian Diatas Rp 450.000 per Hari

Berbeda nilai upah maka berbeda pula bentuk ketentuan pajak yang harus dibayarkan. Dengan nominal upah yang lebih tinggi, maka lebih tinggi pula tanggungan pajak yang harus ditunaikan. Adapun ketentuan pajak untuk besar upah per hari di atas 450.000 adalah sebagai berikut.

     Jika besar upah karyawan Rp 650.000 dan berstatus lajang

     Maka batas upah PPh per hari dihitung R0 650.000 - Rp 450.000

     Rp 200.000

     Kemudian hitung 5% x Rp 200.000

     Maka PPh hariannya adalah Rp 10.000

Kemudian pada hari ke-7 diperoleh penghasilan Rp 4.550.000 yang artinya sudah melebihi Rp 4.500.000. Maka akan dilakukan penghitungan sebagai berikut.

     Berdasarkan upah 7 hari kerja Rp 4.550.000

     Kemudian PTKPnya 7 x (Rp 54.000.000 / 360 hari)

     Rp 4.550.000 - Rp 1.050.000

     Maka penghasilan kena pajaknya Rp 3.500.000

     PPh pasal 21 5% x Rp 3.500.000 = Rp 175.000

     Pajak yang telah dipotong hingga hari ke-6 6 x Rp 10.000 = Rp 60.000

     Pajak yang harus dipotong pada hari ke-7 Rp 115.000

Pajak sebesar Rp 115.000 dipotong dari upah harian sebesar Rp 650.000. Sedangkan hari ke-8 dan seterusnya akan dikenakan pajak sebesar Rp 25.000 berdasarkan penghitungan 5% x Rp 500.000 dari penghasilan kena pajak.

Demikian informasi tentang cara hitung pajak pegawai magang dengan sistem upah dibayarkan per hari, baik dalam nominal Rp 450.000 atau lebih dari Rp 450.000. Adapun rumus penghitungannya adalah Penghasilan Kena Pajak x Tarif PPh pasal 17. Semoga bermanfaat.

Kastolani
Kastolani

Hai, Perkenalkan saya Ikas, seorang Mahasiswa plus blogger yang ingin selalu berbagi kebermanfaatan melalui postingan, so jangan lewatkan setiap postingan saya ya, thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar